Seputaran detik terkini - Pilkada Depok diramaikan kasus dugaan
pelecehan seksual calon Wakil Wali Kota dari PKS Imam Budi Hartono
terhadap pesaingnya, calon Wakil Wali Kota dari PDIP Afifah Alia dengan
ucapan 'sekamar sama saya saja'. Partai Gerindra sebagai salah satu
pengusung Afifah di Pilkada Depok menyesalkan kejadian tersebut.
"Kami
prihatin dan menyesalkan kejadian tersebut. Patut diduga hal tersebut
merupakan pidana pelanggaran kesusilaan sebagaimana dimaksud Pasal 281
KUHP. Kalau di luar negeri hal seperti itu bisa dihukum berat, tapi
nggak tahu bagaimana penegakan hukum kasus ini," kata juru bicara Partai
Gerindra, Habiburokhman, kepada wartawan, Sabtu (12/9/2020).
Menurut
Habiburokhman, banyak masukan dari emak-emak di Kota Depok agar kasus
ini dibawa ke ranah hukum. Namun demikian, Habiburokhman menyerahkan
keputusannya kepada Afifah.
"Banyak masukan dari masyarakat
terutama emak-emak (Depok) agar kasus ini dibawa ke ranah hukum sehingga
bisa menjadi pembelajaran bagi semua pihak, tapi kami serahkan kepada
Bu Afifah mau bagaimana," ujar Habiburokhman.
"Belum (komunikasi dengan Afifah), kami menunggu saja. Kalau diminta bantuan ya akan kami bantu," tuturnya.
Habiburokhman
menegaskan tokoh politik harus berkomitmen memerangi pelecehan seksual.
Hal itu menurutnya juga sesuai dengan ajaran agama untuk menghormati
perempuan.
"Terlepas bahwa kani partai pengusung Pradi-Afifah,
kita semua sebagai tokoh politik panutan masyarakat harus menunjukkan
komitmen memerangi segala bentuk pelecehan seksual, baik secara fisik
maupun verbal. Dalam ajaran agama apapun juga jelas, kita tidak boleh
melecehkan perempuan," tegasnya.
Sebelumnya, ajakan 'sekamar
saja' Imam Budi Hartono kepada Afifah Alia dilontarkan saat mereka
menjalani tes kesehatan di RS Hasan Sadikin, Bandung. Imam sudah
mengklarifikasinya.
"Itu untuk mencairkan suasana agar
menghilangkan kekakuan komunikasi sesama paslon, dan yang saya maksud
Afifa itu panggilan cucu saya, bukan beliau," kata Imam Budi Hartono
kepada wartawan, Jumat (11/9).
Versi Imam, saat itu dia dan
Afifah duduk agak berjarak. Dia menyebut Afifah mungkin tak mendengar
kalimat yang dia ucapkan sepenuhnya.
"Karena jarak duduk kita
berempat berjarak, mungkin nggak kedengar lanjutan ucapan kalimat saya
yang menyebut nama cucu, Afifa itu artinya kesederhanaan," ujar Imam.
Afifah merasa ajakan 'sekamar saja' dari Imam sebagai pelecehan. Afifah mendesak politikus PKS itu minta maaf.
"Yang
saya inginkan adalah permintaan maaf, dan janji untuk tidak mengulangi
pelecehan seperti ini kepada saya maupun perempuan lainnya di kota
Depok," kata Afifah dalam keterangan tertulis, Jumat (11/9).
(azr/idh)
0 Komentar