Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Beragam Cerita Dewasa yang Picu Zuraida Bunuh Suaminya


Seputaran detik terkini - Ada beragam cerita dewasa yang terungkap dalam sidang kasus pembunuhan hakim PN Medan Jamaluddin. Cerita dewasa yang terungkap itu menjadi salah satu alasan terdakwa, Zuraida Hanum, membunuh Jamaluddin yang merupakan suaminya.
Salah satu cerita dewasa yang terungkap dalam persidangan ialah soal Jamaluddin yang dituding kerap mengganggu wanita lain. Zuraida menyebut almarhum suaminya kerap mengganggu wanita lain mulai dari anak dari pernikahannya sebelum dengan Jamaluddin, adiknya hingga instruktur senam.

Zuraida mengawali tudingannya soal perilaku Jamaluddin dengan bicara tentang percobaan pemerkosaan anaknya oleh Jamaluddin di BAP. Dia mengatakan pernah menjelaskan soal Jamaluddin sempat masuk ke kamar dan mencoba memperkosa anaknya.

"Itu sudah di BAP tapi kenapa sekarang tidak ada? itu menjadi pertanyaan saya yang mulia," ujar Zuraida saat diperiksa sebagai terdakwa di PN Medan, Rabu (20/5/2020).

"Keterangan yang mana itu?" tanya hakim.

"Terhadap anak saya. Yang Pak Jamal masuk ke kamar anak saya yang mulia. Ya, di tengah malam jam satu. Dia mau memperkosa anak saya, dia sudah membuka celana anak saya yang mulia," ucap Zuraida.

Dia mengatakan dirinya pernah menyuruh anaknya memijat Jamaluddin beberapa hari sebelum peristiwa itu. Dia mengaku tak habis pikir Jamaluddin nekat mencoba memperkosa anaknya.

"Maksud saya, saya tanpa mikir macam-macam antara anak saya dengan dia. Tidak memikirkan kalau Pak Jamal seperti itu kepada anak saya," ucapnya.

Hakim kemudian memeriksa BAP yang dimaksud dan membacakan isinya. Menurut hakim, Zuraida memang pernah menerangkan soal dugaan percobaan pemerkosaan Jamaluddin terhadap anaknya.

"Dapat saya jelaskan almarhum Jamaluddin mengganggu anak saya yang saya ketahui saat itu almarhum masuk ke kamar mandi, namun saya namun saya ke kamar mandi tidak mendengar suara air dan saya langsung mengecek kamar anak saya, namun pintu kamar anak saya terkunci dari dalam dan saya terkejut melihat keluar dari kamar anak saya dan saya melihat rok anak saya sudah terbuka ke atas," ujar hakim membacakan BAP Zuraida.

Salah satu penasihat hukum Zuraida juga menanyakan soal tudingan percobaan pemerkosaan tersebut. Menurut Zuraida hal itu menjadi salah satu pemicu dirinya ingin membunuh Jamaluddin.

"Dia masuk ke kamar anak saya. Dia mengunci pintu. Dia sempat mengangkat rok anak saya tapi belum sempat dilakukannya karena saya langsung buka pintu dan dia buka dari dalam. Di situ kami cekcok," tutur Zuraida.

Setelah itu, Zuraida juga bicara soal Jamaluddin yang disebutnya banyak mengganggu wanita. Zuraida menyebut almarhum suaminya itu pernah mengganggu adiknya hingga instruktur senam di PN Medan.

"Adik saya juga diganggu Pak Jamal. Bukan anak saya aja. Mau wanita-wanita lain juga, banyak bukti-buktinya di HP saya. Foto-foto dia dengan perempuan lain. Termasuk instruktur senam di PN Medan, dia kirim foto tanpa baju, chatting," tuturnya.

Dia mengatakan niat membunuh Jamaluddin mulai muncul usai percobaan pemerkosaan anaknya terjadi. Dia juga mengatakan mengajak eksekutor lainnya dalam kasus ini karena merasa tak bisa melakukan pembunuhan sendirian.

"Di situ mulai memuncak. Hati saya semakin sakit. Semakin melindungi anak saya. Nggak tahu saya seperti apa mau menjelaskannya lagi," ujar Zuraida.

Cerita dewasa berikutnya adalah pengakuan Zuraida soal dirinya yang disebut bisa 'dipakai' siapa saja. Zuraida juga bicara istilah 'kecap boleh berceceran asal botol kuat'.

"Almarhum, pernahkah di depan si Jefri dia nyebut istri boleh di rumah, di luar boleh 'dipakai' orang?" tanya pengacara Zuraida, Onan Purba, saat pemeriksaan terdakwa.

"Itu didengar Jefri dan kawan-kawan, Pak. Sakit hati saya mendengarkan dari suami saya seperti itu," ucap Zuraida.

"Dia juga melanjutkan, katanya 'kecap boleh berceceran asal botol kuat'," sambung Zuraida tanpa menjelaskan maksud istilah tersebut.

Selain itu, Zuraida juga mengungkapkan penyesalan telah membunuh Jamaluddin. Ada dua alasan yang membuatnya menyesal.

"Saya menyesali karena kemanusiaan dan dia bapak dari anak saya," ucap Zuraida.

(haf/haf)

Posting Komentar

0 Komentar